Sep 30, 2009

Kode Komunikasi

Sebagai makhluk sosial, komunikasi merupakan kebutuhan utama manusia untuk melakukan hubungan dan sosialisasi terhadap lingkungan dimana dia berada. Prinsip dasar komunikasi adalah adanya pemahaman yang sama terhadap informasi yang disampaikan oleh sender terhadap receiver sehingga receiver dapat mengerti maksud yang ingin disampaikan oleh sender dan kemudian melakukan respon dalam bentuk feedback. Untuk mendapatkan kesamaan persepsi, perlu dilakukan persetujuan antara sender dan receiver tentang bentuk dan kode komunikasi yang digunakan.

Secara tradisional, telah ditetapkan beberapa kode komunikasi untuk menyampaikan pesan dan informasi kepada orang lain yaitu dengan menggunakan kentongan. Cara memukul dan frekuensi pukulan kentongan sangat efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat di lingkunagn tertentu. Sebagai contoh dengan frekuensi pukulan tertentu, kentongan dapat menyampaikan informasi tentang tindak pencurian, bencana alam, adanya pengumuman dll. Dengan kode-kode pukulan kentongan tersebut informasi yang ingin disampaikan oleh sender dapat dipahami dan dimengerti oleh receiver dan kemudian receiver melakukan respon dengan suatu tindakan tertentu. Namun komunikasi ini juga sangat rentan terganggu oleh noise yang menyebabkan ketidakjelasan tentang kode yang disampaikan. Hal ini tentu sangat menganggu relevansi informasi yang ingin disampaikan sender kepada receiver.

Dalam bentuk yang lebih maju, digunakan kode morse dalam melakukan komunikasi. Kode morse pertama kali di ciptakan sejak tahun 1800-an oleh F.B. Morse berkebangsaan Amerika. Istilah lain dari kode morse adalah Telegrafie atau disebut juga dengan istilah kata sandi morse. Kode morse biasanya digunakan pada komunikasi maritim, perhubungan darat/laut, angkatan bersenjata dan amatir radio. Pada Zaman Perang dunia I & II Kode morse sangat dibutuhkan pada setiap Negara karena, kegunaannya untuk dinas rahasia Negara, karena lebih singkat, lebih cepat dan masih dapat diterima sinyal pancarannya yang sangat lemah sekalipun. Disinilah kelebihan dari kode morse itu, namun kelemahannya bahwa orang beranggapan bahwa untuk belajar kode morse sangat sulit dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Dalam perkembangannya, tentu dapat diciptakan kode-kode komunikasi lain yang lebih kompleks seperti bahasa pemrogaman dan networking. Kode-kode tersebut diciptakan agar komputer bisa membaca perintah yang diberikan kepadanya. Menurut pendapat saya setiap orang bisa menciptakan kode-kode tertentu dalam berkomunikasi asalkan sebelumnya telah terjadi kesepakatan antara sender dan receiver terhadap kode-kode yang dikirimkan sehingga informasi yang diberikan dapat dimengerti secara efektif oleh receiver. Hakekat dasar komunikasi adalah sampainya informasi dengan baik kepada receiver dan kemudian receiver dapat memberikan feedback atas informasi tersebut. Kemudian hal yang perlu diperhatikan adalah adanya noise (gangguan) pada komunikasi. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan intepretasi antara kedua belah pihak sehingga terjadi miskomunikasi. Untuk itu perlu dibuat suatu mekanisme yang dapat melaporkan adanya error dalam komunikasi.

Sebagai contoh kode dalam komunikasi internal adalah sebagai berikut:

1-1 : Hubungi per telepon
1-4 : Ingin bicara diudara (langsung)
3-3 : Penerimaan sangat jelek/orang gila
3-3L : Kecelakaan korban luka
3-3M : Kecelakaan korban material
3-3K : Kecelakaan korban meninggal
3-3KA : Kecelakaan kereta api
3-4-K : Kecelakaan, korban meninggal, pelaku melarikandiri
4-4 : Penerimaan kurang jelas
5-5 : Penerimaan baik/sehat
8-4 : Tes pesawat/penerimaannya
8-6 : Dimengerti
8-7 : Disampaikan
8-8 : Ingin berjumpa langsung
10-2 : Posisi/keberadaan
10-8 : Menuju
2-8-5 : Pemerkosaan
3-3-8 : Pembunuhan
3-6-3 : Pencurian
3-6-5 : Perampokan
8-1-0 : Pembunuhan
8-1-1 : Hidup
8-1-2 : Berita agar diulangi (kurang jelas)
8-1-3 : Selamat bertugas
8-1-4 : Laporan/pembicaraan terlalu cepat
8-1-5 : Cuaca
8-1-6 : Jam/waktu
8-1-9 : Situasi

Kode-kode tersebut hanya dimengerti oleh suatu komunitas tertentu yang telah menyepakati kode-kode tersebut. Hal ini efektif untuk menyampaikan informasi yang bersifat rahasia karena orang diluar komunitas tersebut tidak akan mengetahui isi informasi yang disampaikan. Gangguan dalam komunikasi mungkin terjadi apabila tarjadi kesalahan dalam penulisan angka dan karakter sehingga akan menyebabkan kesalahan intepretasi oleh receiver. Jadi untuk informasi dengan menggunakan kode, ketelitian merupakan hal yang penting karena kesalahan satu karakter akan menyebabkan terjadinya bias dalam pemahaman informasi yang disampaikan yang akan berdampak buruk bagi pengguna informasi tersebut.

Sedikit tambahan dari gw :

Police Letters Alphabet





Thanks to:
- Arek2 Laboratorium Jaringan Telekomunikasi

1 comments:

Anonymous said...

membaca seluruh blog, cukup bagus