Kata siapa mengunduh aplikasi di Android Market itu bebas dari penyusupan Malware. Buktinya, tim keamanan Trend Micro baru saja mendeteksi adanya serangan malware dengan kode, ANDROIDOS_RUFRAUD.A, masuk sebagai aplikasi resmi yang seolah-olah ditawarkan dari dalam Android market. Beberapa pengguna telah menginstal aplikasi tipuan tersebut sebelum Google menghentikan layanannya segera setalah mendapat reaksi dan respon dari pengguna yang waspada.
Setidaknya hingga tahun depan, saat Android menawarkan aplikasi seharga 10 cent saja untuk merayakan 10 milyar download, pengguna biasanya cenderung terpancing untuk menginstal aplikasi dengan biaya murah tersebut tanpa sadar mereka telah menggiring masuk malware.
Karena itu lah untuk membantu pengguna, Trend Micro memberikan panduan agar pengunduh bisa memperhatikan hal kunci sebelum menginstal aplikasi dari Android market.

Tips pertama: Cek lah developer dibalik pembuat aplikasi yang ditawarkan
Penjahat dunia maya secara teratur selalu mengikuti aplikasi apa yang sedang populer, kemudia mereka membuat tiruannya. Misalnya malicious aplikasi untuk game terkenal Angry Birds, besutan Rovio Mobile, pernah dibuat tipuan malicious-nya dari developer Logastrod.

Untuk memastikan si pembuat aplikasi memiliki reputasi, cek lah bagaimana si developer memberikan catatan pada aplikasi yang pernah dibuat. Jika developer tersebut miskin informasi, lebih baik Anda abaikan untuk menginstal aplikasinya.

Tips Kedua: Cek rating dan review terhadap aplikasi

Pada aplikasi yang asli biasanya mendapatkan banyak rating dari beberapa reviewer di dalam Android market, sedangkan aplikasi palsu hanya memberikan kurang dari dua puluh rating. Semakin banyak rating dan review yang diberikan, artinya Anda memasuki halaman aplikasi yang dijamin benar.